free page hit counter
Blogging Should Be Fun !

Learning from Home, Bahagia dari Rumah

Prinsip media internet adalah keteraksesan bagi semua kalangan dan kecepatan informasi bagi semua yang terhubung. Internet membangun kesatuan interaksional dalam wadah global village (kampung global). Internet, salah satunya media sosial menghubungkan semua kalangan manusia tanpa sekat geografis. Kampung global menawarkan akses pengetahuan dan informasi yang luas dan beragam. Kampung global menjadi ruang interaksi baru untuk saling mempengaruhi dalam kehidupan manusia. Kampung global dengan akses internet tidak hanya berlaku bagi masyarakat perkotaan saja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dunia di pedesaan, pesisir, pegunungan bahkan masyarakat pedalaman selama ada koneksi dengan internet.

Salah satu fitur yang familiar adalah media sosial. Media sosial merupakan ruang interaksional manusia di dunia maya yang memanfaatkan internet sebagai alat koneksi. Dalam media sosial terdapat kerja daring (dalam jaringan). Kerja daring inilah yang menghubungkan antar satu orang dengan orang lain dalam ruang interaksi yang global dan tidak berbatas.

Penggunaan media sosial di berbagai kalangan di Indonesia semakin signifikan. Hal ini seiring dengan trend perkembangan internet yang mulai masuk di berbagai kalangan. Tidak hanya bagi kalangan masyarakat urban (perkotaan), termasuk juga bagi masyarakat di pedesaan. Data yang dirilis oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 menyatakan bahwa hampir 84 juta masyarakat Indonesia menggunakan internet. 80 % dari total pengguna internet tersebut akrab dengan media sosial. Hal ini didukung oleh penggunaan mobile phone atau smart phone yang familiar di masyarakat Indonesia untuk mengakses internet (APJII, 2016).

Beberapa ragam media sosial yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia di antaranya Facebook, instagram, twitter, Whatsapps, BBm, Line, Youtube, dan lain-lain. Rilis dari APJII menempatkan media sosial seperti Facebook pada urutan pertama yang sering diakses oleh orang-orang di Indonesia. Media sosial berbasis instant messenger seperti WA dan BBm menempati urutan teratas yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dan media sosial berbasis video sharing seperti Youtube tidak kalah familiar digunakan oleh berbagai pihak. Dengan begitu, trend penggunaan media sosial dengan berbagai fitur kecanggihannya menjadi alat teknologi yang akrab di kalangan masyarakat Indonesia terutama bagi generasi muda (generasi milenial).

Trend penggunaan ini semakin meningkat di tengah masa pandemi covid-19. Kebijakan pemerintah dalam bentuk work from home, learning from home, atau bahkan ibadah dari rumah menyebabkan digitalisasi kebudayaan yang semakin dipercepat. Faktanya, penggunaan plarform media digital yang dimanfaatkan untuk memenuhi aktivitas manusia keseharian semakin meningkat dan menjadi alternatif di tengah kondisi pandemi. Hal ini didukung dengan adanya kerja daring media digital yang memungkinkan konektivitas pada ruang-ruang interaksional yang bermedia. Dengan kata lain, teknologi digital memudahkan interaksi manusia tanpa harus melanggar kebijakan untuk tetap menjaga jarak.

AKB, Adaptasi Kebahagiaan Baru

Keharusan memperhatikan dan mentaati protocol covid-19 untuk seluruh warga Indonesia memunculkan berbagai kebijakan baru dalam konteks kebangsaan, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang diikuti oleh beberapa kepala daerah di Indonesia untuk merumahkan pembelajaran dan mengaktifkan situasi sekolah secara bertahap adalah bagian dari upaya untuk mulai berdamai dengan covid-19.

Era “the new normal” yang belakangan menjadi familiar di beberapa negara dunia mengibaratkan cara dan gaya hidup baru yang harus siap berdampingan dengan corona virus diseases. Era baru ini ditandai dengan kebiasaan penggunaan masker, hand sanitizer, faceshield, sarung tangan, cuci tangan, membawa alat makan dan minum sendiri, dan lain sebagainya. Era baru ini pula ditandai dengan adanya percepatan digitalisasi kebudayaan, termasuk meningkatnya trend penggunaan teknologi digital di bidang pendidikan.

Istilah “the new normal” dalam konteks kebijakan Pemerintah Jawa Barat dipadankan dengan istilah “AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru)”. Istilah ini untuk menggambarkan bagaimana penyesuaian yang harus dilakukan dalam proses melawan corona virus yang belakangan menghantui warga dunia. Fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini dilakukan untuk memperkuat imunitas masyarakat Indonesia agar senantiasa menjaga soliditas dalam melawan covid-19. Pada praktiknya, fase AKB ini dilakukan dalam beberapa tahapan, dimulai dari pembukaan sektor ekonomi, pariwisata, industri, pelayanan publik, agama sampai dengan penerapan AKB di bidang pendidikan.

Kebijakan learning from home yang didalamnya sarat pemanfaatan teknologi digital hendaknya dilakukan sebagai upaya untuk menguatkan karakter anak bangsa. Dalam hal ini, internet menjadi media alternatif yang dapat digunakan sebagai ruang dan media pembelajaran. Internet tidak hanya digunakan untuk menguatkan keterampilan teknologis peserta didik, tetapi juga menjadi ruang interaksional baru yang mampu menguatkan motivasi dan menguatkan karakter moral peserta didik.

Setidaknya, ada tiga kata kunci yang dapat diperdalam dalam masa AKB ini, yakni: Pertama, adaptif. Melalui learning from home kita diharuskan memiliki adaptability skill dalam menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran dan terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh. Kemampuan pertama ini menjadi penting sebagai gerbang dalam menumbuhkan motivasi produktif dan positif. Kedua, kreatif. Kreativitas muncul di tengah keterbatasan. Masa AKB menghendaki adanya kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. Learning from home mengajarkan diri kita untuk menjadi pribadi kreatif dalam segala kondisi. Ketiga, berdaya. Kehadiran covid-19 bukan menjadi penghalang untuk berhenti dari rutinitas dan aktivitas produktif. Leraning from home adalah wujud pemberdayaan diri di tengah kondisi apapun.

Adaptif, Kreatif dan Berdaya (AKB) ibarat hulu sungai yang memancarkan peluang dan tantangan baru bagi manusia Indonesia di tengah keterbatasan jarak selama pandemi covid-19. Muara dari masa AKB ini adalah kebahagiaan baru yang dapat memberikan kekuatan bagi manusia Indonesia untuk selalu optimis dan berdikari di tengah berbagai ancaman yang ada. Learning from home di masa AKB adalah ruang bari kita dalam menggapai kebahagiaan dari rumah, yakni, sebuah kebahagiaan untuk selalu menjadi manusia pembelajar yang mengedepankan dimensi-dimensi kemanusiaan, baik sebagai diri, sebagai bagian dari keluarga, sebagai bagian dari masyarakat, dan sebagai bagian dari manusia Indonesia.

*Ridwan Rustandi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECENT POSTS
ADVERTISEMENT
Our gallery